Friday, March 9, 2012

Larangan Konsumsi Daging Babi Secara Ilmiah


Larangan Konsumsi Daging Babi Secara Ilmiah


Ada 10 fakta yang perlu dicermati dan dipahami :

1. Babi adalah binatang yg tidak jelas bentuk lehernya.
Kalau babi adalah binatang yg layak di sembelih, tentunya Tuhan akan merancang babi dgn ada lehernya.

2. Konsumen sering mengeluhkan bau pesing pd daging babi, hal ini di sebabkan"Praeputium" babi sering bocor, sehingga urine babi sering meresap ke daging.

3. Babi adalah binatang yg paling rakus di antara semua hewan. Jika perutnya telah penuh / makanannya sudah habis, babi akan memuntahkan isi perutnya & memakan kembali utk memuaskan sifat kerakusannya.

4. Babi memakan semua/segala yg bisa dimakan di hadapannya, termasuk kotoran manusia, hewan / tumbuhan, sampah busuk bahkan memakan kotorannya sendiri sampai tidak ada yg tersisa.

5. Khusus mamalia satu ini yang memakan tanah & lumpur, dlm jumlah yg banyak. Kadang babi mengencingi kotorannya sendiri untuk di makan kembali, Itu sebabnya banyak orang yg sering memakan daging babi, kadang memiliki bau badan yg tidak sedap.

6. Lemak babi sangat tebal, sebagai omnivora, babi memakan segala kotoran toxin, bakteri, kemudian masuk usus, setelah itu di detox, kemudian di simpan di lemak, itu sebabnya. Lemak babi sebagai omnivora di ciptakan Tuhan dgn lemak tebal.

7. Daging & lemak babi merupakan sarang berkembang biak dari kuman, bakteri & virus seperti H1N1, flu burung serta cacing seperti cacing pita.

8. Bagian dari penyebab utama kanker anus & kolon adalah daging babi.

9. Daging babi mengandung kadar belerang yg tinggi sehingga dpt menimbulkan hernia, pengapuran & infeksi persendian, ketika belerang menumpuk di tulang rawan, otot & syaraf.

10. Ketika daging babi di makan secara teratur, jaringan ikat lunak dari tulang babi mengantikan tulang rawan dlm Tubuh, akibatnya tulang rawan menjadi tidak mampu menopang bobot badan, yg akhirnya membawa pd kelainan sendi.

0 komentar:

Post a Comment